Oleh: Erna Febru Aries S. | 5 Februari 2008

Dengan Bermain Pembelajaran Menjadi Lebih Bermakna

 Mengintegrasikan Pemainan Dalam Pembelajaran

Dengan mengintegrasikan permainan-permainan, dalam pembelajaran diharapkan siswa tidak merasa dibebani dengan muatan materi yang begitu padat, karena permainan, mengandung muatan edukatif yang sangat bermanfaat bagi terbentuknya sikap peka terhadap keinginan dan perasaan orang lain, serta dapat menumbuhkan rasa kebersamaan yang menjadi landasan bagi pembentukan perasaan sosial.

A. Pendahuluan

Bermain merupakan dunia anak-anak karena bermain adalah salah satu kegiatan yang sangat disukai anak, bahkan orang dewasa pun menyenangi beberapa permainan. Melalui permainan anak akan mengenal sekaligus belajar berbagai hal tentang kehidupannya serta dapat melatih keberanian dan menumbuhkan kepercayaan diri. Melalui permainan, anak dapat mengekspresikan diri untuk memperoleh kompensasi atas hal-hal yang tidak mungkin dialaminya.

Permainan mempunyai peranan penting dalam pembinaan kepribadian anak serta membantu pertumbuhan dan perkembangan. Pada umumnya bermain merupakan suatu aktivitas yang membantu anak mencapai perkembangan yang utuh, baik fisik, intelektual, sosial, moral, dan emosional anak. Permainan dapat dikatakan bersifat universal karena hidup pada semua masyarakat di dunia. Permainan adalah bagian mutlak dari kehidupan anak. Melalui permainan tidak hanya jasmani anak yang berkembang, tetapi juga kognisi, emosi, sosial, fisik, dan bahasa.

Dalam pembelajaran di Sekolah Dasar yang dihadapi guru adalah anak-anak dengan berbagai karakter dan keinginan yang selalu ingin bermain. Minat anak terhadap segala bentuk permainan sangat tinggi. Sebagai pengajar, guru hendaknya tanggap pada kebutuhan dan keinginan anak. Seorang guru dapat memanfaatkan sebuah permainan sehingga dapat mengemas pembelajaran menjadi aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM).

Dengan mengintegrasikan permainan-permainan, baik permainan modern maupun tradisional dalam pembelajaran diharapkan siswa tidak merasa dibebani dengan muatan materi yang begitu padat. Dengan mengadopsi permainan diharapkan dapat menimbulkan semangat dan motivasi pada diri siswa sehingga pembelajaran dapat menghasilkan proses dan hasil yang berkualitas.

Permainan tradisional dari daerah Jawa, terutama Jawa Timur sangatlah banyak. Berbagai permainan, mengandung muatan edukatif yang sangat bermanfaat bagi terbentuknya sikap peka terhadap keinginan dan perasaan orang lain, serta dapat menumbuhkan rasa kebersamaan yang menjadi landasan bagi pembentukan perasaan sosial. Ketika anak akan melakukan permainan mereka akan membuat sebuah kesepakatan untuk menyatukan pendapat masing-masing. Dalam menyatukan pendapat diperlukan sebuah pemahaman keinginan dan perasaan orang lain. Pada saat inilah jiwa sosial mereka mulai ditempa agar terbiasa dalam satu kebersamaan untuk saling menghargai.

Berbagai permainan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran. Bentuk permainan yang dipilih pun disesuaikan dengan materi pembelajaran. Satu contoh permainan yang dapat diintegrasikan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar adalah permainan teklek. Permainan ini sebagai wahana mengarkan materi pantun di kelas 4 SD.

 

B. Permainan Teklek sebagai Wahana Pembelajaran Bahasa Indonesia

Teklek berasal dari bahasa Jawa yang dikenal sebagai alas kaki. Teklek memiliki nama lain, yaitu klompen, bakiak atau trompah. Teklek terbuat dari kayu selebar telapak kaki dengan panjang yang disesuaikan pula dengan ukuran kaki pemakai. Bagian atas sebagai tali, biasanya digunakan ban bekas.

Sebagai permainan tradisional permainan teklek biasanya dilakukan menjelang sore hari. Bentuk teklek sebagai permainan tentu berbeda dengan teklek yang biasa digunakan sebagai alas kaki. Sebagai alat permaianan teklek berbentuk panjang disesuaikan dengan jumlah pemain. Permainan ini biasanya dimainkan paling sedikit tiga orang dalam satu kelompok sehingga talinya pun lebih dari satu pasang. Panjang Teklek sebagai sarana permainan dapat mencapai satu meter lebih. Semakin banyak jumlah pemain, bentuknya semakin panjang dan tingkat kesulitannya pun semakin tinggi.

Integrasi permaianan teklek dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas IV Sekolah Dasar

  1. Tujuan Permainan

Sebagai permaianan, teklek mengemban tujuan untuk:

  1.  
    1.  
      1. menciptakan suasana gembira

      2. mendapatkan kepuasan

      3. membantu untuk menguatkan otot

      4. melatih ketangkasan dalam berjalan cepat

    2. Alat yang Digunakan

Alat-alat yang digunakan dalam permainan teklek adalah.

  1. dua pasang teklek atau lebih yang terdiri atas:

  1.  
    1.  
      1.  
        • Kayu dengan lebar 7 – 10 cm x panjang yang disesuaikan dengan jumlah pemain

        • potongan ban bekas dengan ukurang 10 cm x 3 cm

2. kartu tugas yang dimasukkan dalam amplop.

3. papan tulis/ whitebord

4. kapur/spidol

 

c. Manfaat/Muatan Edukatif

Formulasi muatan edukatif yang terdapat pada permaianan teklek diantaranya dapat dipaparkan sebagai berikut.

  1. menumbuhkan rasa kebersamaan yang menjadi landasan bagi pembentukan perasaan sosial.

  2. belajar untuk memahami keinginan dan perasaan orang lain.

  3. melatih untuk menempa emosi ketika dalam keadaan menang maupun kalah.

  4. belajar dan melatih diri untuk mentaati sebuah peraturan yang berlaku

 

d. Penerapan Permainan teklek dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Permainan teklek dapat digunakan sebagai wahana pembelajaran bahasa Indonesia. Pembelajaran dengan mengintegrasikan permainan teklek tersebut dikemas pada materi melengkapi pantun dengan sampiran yang sesuai.

Langkah pembelajaran dengan mengintegrasikan permainan teklek dalam pembelajaran bahasa Indonesia tersebut tergambar sebagai berikut:

  1. Guru memberikan informasi tentang permainan yang akan dilakukan, tujuan pembelajaran yang akan dicapai, dan aturan-aturan dalam permainan

  2. siswa diminta untuk membentuk kelompok, masing-masing kelompok 3 siswa.

  3. pertandingan dilakukan per dua kelompok

  4. dua kelompok yang akan bertanding berada pada posisi start/awal

  5. pada hitungan ke-3 masing-masing kelompok berjalan secepat mungkin menuju letak tugas yang diberikan guru.

  6. kelompok yang sudah sampai, membuka tugas yang sudah disediakan dan segera berdiskusi untuk mengerjakan tugas sesuai dengan petunjuk.

  7. perwakilan kelompok (anggota yang terdepan) bertugas mengerjakan soal yang ada di kartu tugas dengan menuliskannya di papan tulis

Contoh pantun:

Kucing makan jangan diusik

Tambah ikan pasti senang

Bermain teklek sangat asik

Kelompok puas kalau menang

Tugas yang harus dikerjakan.

Lengkapi pantun berikut dengan sampiran yang sesuai

………………………………………………….

 

………………………………………………….

 

Mari kita bermain teklek

Harus kompak, agar juara

  1. kelompok yang telah mengerjakan tugas sesuai dengan petunjuk kembali ke tempat semula.

  2. kelompok yang berhasil mengerjakan tugas dengan tepat dan sampai di tempat semula terlebih dahulu dinyatakan sebagai pemenangnya.

  3. apabila ada kelompok yang sudah sampai tertebih dahulu pada garis finish tetapi tugas yang dikerjakan belum selesai atau salah, maka pemenangnya adalah kelompok yang dapat menyelesaikan tugas dengan tepat meskipun datangnya terlambat.

  4. apabila dua kelompok sama-sama salah atau sama-sama benar, maka pemenangnya adalah kelompok yang tercepat sampai di garis finish

 

 

C. Penutup

 

Permainan disajikan agar dapat merubah cara pandang kita tentang dunia bermain bagi anak-anak yang sebenarnya sarat dengan muatan edukatif. Berbagai permainan merupakan sarana yang dapat digunakan untuk mentransfer ilmu dan menjadi ladang bagi anak untuk belajar berbagai hal.

Permainan teklek yang dulunya hanya sebatas alas kaki, kini dapat dikreasi menjadi bentuk permainan yang menyenangkan. Selain bermanfaat untuk melatih ketahanan fisik dan hiburan. Permainan teklek dapat diformulasikan menjadi wahana pembelajaran yang menyenangkan

Akhirnya dapat disimpulkan bahwa dalam kondisi apa pun sebenarnya seorang anak akan merasa nyaman apabila dipenuhi kebutuhannya, yaitu permainan. Dalam pembelajaran bahasa maupun pembelajaran yang lain, jika guru bisa kreatif dalam menyusun rencana pembelajaran dengan mengintegrasikan permainan didalamnya, pasti suasana pembelajaran menjadi kondusif serta semangat belajar siswa akan semakin besar. Dengan semangat yang besar pemerolehan dan pemahaman siswa pada materi yang disampaikan diharapkan akan terserap lebih maksimal.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: