Oleh: Erna Febru Aries S. | 12 Februari 2008

Assessmen Perkembangan dan Evaluasi Hasil Mendengarkan

            Mendengarkan atau menyimak merupakan proses menangkap pesan atau gagasan yang disajikan melalui ujaran. Mendengarkan adalah salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting, disamping membaca, berbicara, dan menulis. Komunikasi tidak akan dapat berlangsung dengan lancar tanpa keterampilan Mendengarkan. Achsin (1981) mengatakan bahwa keterampilan Mendengarkan merupakan dasar keterampilan berbicara yang baik. Apabila kemampuan seseorang dalam mendengarkan kurang, dapat dipastikan dia tidak dapat mengungkapkan topik yang didengar dengan baik. Dalam proses mendengar, seseorang tidak memusatkan perhatian pada setiap kata yang didengarnya melainkan inti pesan yang terdengar. Misalnya sewaktu kita menyimak acara di radio, kita hanya menangkap beberapa hal dan tidak dapat menangkap beberapa hal yang lain. Tidak tertangkapkan beberapa hal itu disebabkan oleh kurang perhatian, kurang tertarik pada topik, atau kurang efisien dalam menyimak (Rofi’uddin, 2007).Menyimak sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memperluas wawasan, pengetahuan maupun hanya untuk kesenangan. Dalam kehidupan banyak komunikasi banyak dilakukan secara lisan sehingga kemampuan menyimak sangat penting dimiliki oleh setiap pemakai bahasa (Djiwandono, 1996: 54). Hal ini senanda dengan pendapat Morley (1984: 7) yang mengatakan bahwa dalam komunikasi sehari-hari kegiatan menyimak mencapai 50%, berbicara 25%, membaca 15%, dan menulis 10%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa menyimak mendominasi kegiatan berbahasa yang lain. Meskipun mendengarkan sangat perperan penting, namun sering kali penyimak mengalami kesulitan sehingga informasi yang diperoleh pun tidak maksimal.Menurut Nunan (1991) munculnya kesulitan dalam menyimak dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, (1) susunan informasi (teks yang berisi informasi yang disusun secara kronologis lebih mudah dipahami dari pada yang tidak kronologis, (2) latar belakang pengetahuan penyimak mengenai topik yang disimak, (3) kelengkapan dan kejelasan informasi yang disimak, (4) jenis kata yang digunakan, dan (5) deskripsi  yang ada dalam teks yang disimak.Dibandingkan dengan kemampuan berbicara atau menulis yang aktif-produktif, kemampuan menyimak merupakan kemampuan yang pasif-reseptif, sebagaimana halnya kemampuan memahami bacaan. Tentu saja hal itu tidak berarti, bahwa dalam menyimak atau mendengarkan, seseorang sepenuhnya pasif, dan tidak melakukan atau mengalami suatu proses yang aktif. Menyimak pada dasarnya bersifat pasif-reseptif, dalam arti bahwa-inisiatif untuk berkomunikasi tidak semata-mata berasal dari dirinya, melainkan dari orang lain. Sikap dan tindakan yang diharapkan dari seorang pendengar yang diajak berkomunikasi, terutama adalah mendengarkan dan memahami apa yang didengamya. Kegiatan untuk mendengarkan dan memahami ungkapan orang lain itulah yang membuat kegiatan menyimak sebagai pertama-tama bersifat pasif-reseptif.Tentu saja mendengar dan memahami ungkapan orang lain itu tidak sepenuhnya pasif. Pemahaman yang utuh dan tepat hanya dapat terjadi apabila pendengar secara aktif memproses apa yang didengamya itu secara linguistik dan intelektual dalam dirinya. Namun semua itu dilakukan sebagai akibat dari tanggapan terhadap ungkapan seorang pembicara. Dengan demikian perbedaan kemampuan berbahasa aktif-produktif dan pasif-reseptif itu didasarkan atas prakarsa untuk terjadinya komunikasi dalam bentuk penggunaan bahasa. Dalam pengertian itu, kegiatan menyimak yang tujuan utamanya adalah pemahaman penggunaan bahasa lisan, mengandalkan pada kemampuan menyimak yang bersifat pasif-reseptif.Menyimak sebagai salah satu keterampilan berbahasa masih sering diabaikan dalam pembelajaran di kelas. Mc Keating (dalam Farris, 1993) mengungkap alasan diabaikannya keterampilan menyimak diantaranya (1) menyimak berkembang secara alami, (2) guru kurang mendapat pelatihan dalam pembelajaran menyimak, (3) prilaku menyimak yang tersembunyi sehingga sulit diamati, dan (4) kegiatan sekolah terlalu pada sehingga menyimak tidak diperhatikan.  Ludsten (dalam Ellis, 1989: 128-129) menambahkan alasan lain adanya kenyataan bahwa menyimak dapat ditutupi dengan menganggukkan kepala atau berpura-pura mengerti.Sebagai suatu keterampilan, menyimak merupakan ketetampilan yang harus dimiliki semua siswa agar dapat memahami bahasa yang digunakan orang lain secara lisan. Tanpa kemampuan  menyimak secara baik dimungkinkan terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi antara sesama pemakai bahasa yang dapat menyebabkan berbagai hambatan dalam pelaksanaan tugas dan kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu kemampuan menyimak merupakan bagian yang penting dan tidak dapat diabaikan dalam pengajaran bahasa, terutama bila tujuan penyelenggaraannya adalah penguasaan kemampuan berbahasa selengkapnya (Djiwandono, 1996). Dalam pengajaran bahasa semacam itu, perkembangan dan tingkat penguasaan kemampuan menyimak perlu dipantau dan diukur melalui penyelenggaraan assessmen dan evaluasi  menyimak.Untuk mengetahui perkembangan keterampilan siswa dalam menyimak perlu diadakan assessmen dan evaluasi dalam pembelajaran menyimak. Berdasarkan paparan di atas, maka pada makalah ini akan diuraikan bagaimana teknik assessmen perkembangan menyimak, pelaksanaan  assessmen perkembangan menyimak, instrumen assessmen perkembangan menyimak, teknik evaluasi hasil belajar menyimak,   pelaksanaan  evaluasi hasil belajar menyimak dan instrumen  evaluasi hasil belajar menyimak.II. Assessmen Perkembangan Menyimak            Assessmen merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan assessmen bertujuan untuk memahami dan memperoleh informasi tentang siswa pada perkembangan belajarnya.  Duncan (1998) mengemukakan bahwa assessmen adalah penilaian pada proses penyampaian informasi (pembelajaan) mengenai; (1) penilaian guru tentang para murid mereka, (2) penilaian guru tentang pengajaran, dan (3) penilaian siswa tentang kemajuan mereka. Pada praktek di sekolah, yang pertama kebanyakan menekankan pada aktivitas, yang kedua menekankan pada atribut pengajaran seperti media, metode dan sumber, dan yang ketiga menekankan pada kesadaran siswa.             Dengan assessmen, guru dapat mencatat perkembangan siswa pada keterampilan menyimaknnya. Perkembangan tersebut dapat digunakan guru sebagai dasar untuk melanjutkan pembelajaran pada materi selanjutnya. Selain itu assessmen juga dapat digunakan sebagai alat untuk memberikan motivasi agar siswa dapat menjadi seorang penyimak yang baik.        A. Teknik  Assessmen Perkembangan Menyimak         Teknik-teknik assessmen yang dapat dilakukan untuk mengetahui perkembangan siswa pada keterampilan mendengarkan  sebagai berikut.               1. Wawancara             Wawancara  merupakan cara yang ideal untuk mengetahui keadaan siswa. Siswa dapat memberikan tanggapan baik secara lisan maupun tertulis. Dengan wawancara guru dapat memperoleh informasi yang mencerminkan sikap, strategi, kesenangan dan tingkat kepercayaan diri  siswa (Rofi’uddin dan Zuhdi, 1999).            Melalui wawancara guru dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya terhadap ketertarikan dan minat siswa pada materi menyimak yang telah diajarkan. Guru dapat menyelipkan pertanyaan tentang tujuan pembelajaran yang telah dilakukan tadi. Apabila siswa dapat menjawab pertanyaan dengan tepat dan sesuai, maka dapat diprediksi bahwa ketertarikan dan keterampilan menyimaknya sudah cukup baik.            2. Observasi.            Pengamatan atau observasi dilakukan oleh guru dengan melihat dan mencatat hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan menyimak secara individu. Kegiatan observasi menyimak dilakukan tidak hanya ketika pembelajaran menyimak tetapi bisa dilaksanakan pada saat pengajaran keterampilan berbahasa yang lain.            Dalam merekam perkembangan menyimak ini, guru menggunakan buku atau lembar observasi untuk setiap siswa. Catatan observasi ini berisi prilaku siswa saat pembelajaran berlangsung. Misalnya laporan tentang fokus perhatian serta respon siswa pada saat guru melontarkan pertanyaan.            3. Portofolio           Portofolio adalah kumpulan hasil karya siswa yang representatif menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam suatu periode waktu tertentu, misalnya satu catur wulan, satu semester, dst, (Iskandar, 1997). Kumpulan hasil karya siswa ini menggambarkan apa yang dapat dikerjakan oleh siswa dalam menyimak.                       Data yang didapat dari portofolio digunakan untuk mengetahui perkembangan belajar menyimak siswa. Portofolio juga dapat membantu siswa merefleksikan apa yang telah mereka pelajari.            4. Jurnal dalam Mendengarkan            Jurnal adalah rekaman tertulis tentang  apa yang telah dipelajari oleh siswa. Jurnal dapat digunakan untuk merekam atau meringkas aspek-aspek yang berhubungan dengan topik-topik kunci yang dipahami,  perasaan siswa terhadap pembelajaran, kesulitan yang dialami, atau keberhasilan di dalam memecahkan masalah, komentar yang dibuat oleh siswa tentang upaya yang dilakukan dalam mencapai kompetensi yang dipelajari.            Jurnal berisi catatan harian yang digunakan siswa untuk menulis respon apa yang dipikirkan siswa tentang pembelajaran bahasa yang dialami, perasaan personal siswa terhadap pembelajaran, atau refleksi siswa terhadap  keseluruhan proses pembelajaran. Secara khusus jurnal dapat berupa diary,  atau catatan siswa yang lain.Jurnal  difungsikan  untuk mendapatkan informasi tentang  persepsi, interpretasi, harapan, dan kesulitan siswa  dalam  belajar   menyimak. Jurnal memberikan informasi tentang minat,  respon, dan pemahaman siswa dalam  menyimak. Jurnal sangat membantu pengembangan kemampuan refleksi dan instrospeksi siswa.  Menggunakan jurnal sangat kondusif untuk melatih berpikir tentang mengapa sesuatu perlu dilakukan. B. Pelaksanaan Assessmen Perkembangan MendengarkanPada kegiatan assessmen mendengarkan dapat digunakan instrumen assessmen mendengarkan dengan memilih salah satu bentuk assessmen. Misalnya  observasi yang dilakukan guru dengan melihat dan mencatat hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan menyimak setiap siswa. Hasil observasi dicatat pada lembar observasi dengan mendeskripsikan setiap kejadian yang terekam.Dalam melakukan observasi tidak perlu dilakukan pada saat pembelajaran berfokus pada keterampilan menyimak. Tetapi dapat dilakukan pada fokus keterampilan berbahasa yang lain karena pembelajaran bahasa selalu terintegrasi dengan keterampilan yang lain. Misalnya pada saat pembelajaran membaca. Pada saat ini guru dapat menyelipkan kegiatan observasi.C. Instrumen Assessmen Perkembangan Menyimak        Berikut disajikan  instrumen assessmen  mendengarkan. Nama Siswa    : ……………………………………Kelas                 : …………………………………….Pokok Bahasan: ……………………………………

Catatan Kejadian
Pada saat guru menjelaskan siswa menunjukan perhatian dan pada saat siswa ditanya dia dapat menjawab setiap pertanyaan  yang diajukan dengan benar. dst.……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… 

                                                                                     Malang,………………..2007                                                                                     ——————————III. Evaluasi Hasil Menyimak            Evaluasi hasil mendengarkan dikenal dengan evaluasi produk, yaitu evaluasi pengajaran mendengarkan yang menekankan pada hasil/skor  yang dicapai siswa dalam mendengarkan. Menurut (Sajekti, 1988) evaluasi merupakan tindakan untuk menentukan nilai dalam pendidikan. Hal ini tentu pemberian nilai pada kemampuan mendengar. Evaluasi dilaksanakan pada saat-saat tertentu secara formal untuk  melihat kemampuan mendengarkan siswa, misalnya setelah beberapa pokok bahasan,  satu catur wulan, satu semester atau satu tahun pelajaran (Syafi’ie, 1999). Sasaran yang dinilai dalam evaluasi mendengarkan adalah tingkat penguasaan siswa terhadap apa yang telah dipelajarinya dalam mendengarkan.  Dengan cara lain dapat dinyatakan  bahwa pusat perhatian evaluasi hasil belajar mendengarkan  adalah tingkat ketercapaian tujuan pengajaran. Lebih lanjut Nurgiyantoro (2001) mengemukakan  bahwa  tes mendengarkan dapat juga diartikan sebagai alat untuk mengukur kemampuan siswa dalam menggali informasi yang terdapat dalam wacana lisan.            Dalam evaluasi keterampilan menyimak Nurgiyantoro (2001) memberikan pedoman bahwa tes kemampuan menyimak menyangkut aspek kognitif dengan menerapkan taksonomi bloom dalam mendengarkan. Penerapan aspek kognitif tersebut  jika dimungkinkan mulai dari tingkatan ingatan sampai dengan tingkat evaluasi. Namun untuk jenjang sekolah dasar aspek yang lebih tinggi tingkatannya dipandang belum tepat untuk diterapkan. Evaluasi aspek kognitif yang dapat dilakukan adalah pada tingkat ingatan, pemahaman dan penerapan dengan memanfaatkan wacana lisan sebagai bahan evaluasi.             Tes menyimak/ mendengarkan  diselenggarakan dengan memperdengarkan wacana lisan sebagai bahan tes. Wacana itu dapat diperdengarkan secara langsung oleh seorang penutur, atau sekedar melalui rekaman. Wacana yang telah diperdengarkan itu disertai dengan tugas yang harus dilakukan, atau pertanyaan yang harus dijawab. A.  Teknik Evaluasi Hasil Menyimak      Berikut  disajikan teknik-teknik dalam melaksanakan evaluasi menyimak. Seperti yang dipaparkan Djiwandono (1996) ada beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan menyimak siswa, diantaranya sebagai berikut.1.            Menjawab pertanyaan frasa             Petunjuk: dengarkan masing-masing frase berikut dengan seksama kemudian tulis jawab pertanyaan yang menyertainya.             (1). Frase: {siswa  kelas empat}                   pertanyaan: berapa jumlahnya?             (2). Frase: {seragam sekolah}                   pertanyaan: apa warna yang kalian pakai hari ini?2.            Menjawab pertanyaan kalimat            Petunjuk: dengarkan masing-masing kalimat berikut dengan seksama kemudian tulis jawab pertanyaan yang menyertainya.            (1). kalimat: {kendaraan sering mogok}                 pertanyaan: apa yang harus dilakukan?         (2).kalimat: { tsunami membuat warga aceh menjadi menderita}                 pertanyaan: apa saja yang mereka butuhkan?3.            Merumuskan inti wacana             Petunjuk: dengarkan baik-baik wacana berikut kemudian tuliskan secara singkat ini dari wacana tersebut.      (1). Supaya tubuh kita selalu dalam keadaan sehat dan segar sebaiknya laksanakan tips berikut: lakukan olahraga teratur, makan yang bergizi, banyak minum air putih, serta banyak istirahat.            (2). Usaha untuk mencegah kerusakan yang lebih parah pada kendaraan kita, sebaiknya cek secara teratur, mesin, busi, oli, dan onderdil yang lain. Jika ditemukan gejala kerusakan segera dibenahi atau segera bawa ke bengkel terdekat.4.            Menjawab pertanyaan wacana             Petunjuk: dengarkan baik-baik wacana berikut kemudian tuliskan jawaban pertanyaan tentang isi  wacana tersebut. Bawang Merah      Terima kasih tuhan. Itulah yang selalu diucapkan pak Ardi setiap kali panen bawang merah. Pak Ardi  berjuang dan merawat tanamannya dengan cara mengolah tanah, menanam, dan memupuk serta selalu menjaga tanamannya dari serangan hama. Jerih payah  pak Ardi kini sudah membuahkan hasil. Setiap panen hasilnya sangat bagus. Sedikit lebih bagus dari hasil panen teman-temannya. Banyak orang yang membeli bawang merah milik  pak Ardi.              Pertanyaan:      (1). Tanaman apa yang ditanam Pak  Ardi?      (2). Apa yang diucapkan pak Ardi setiap kali panen?      (3). Bagaimana cara  pak Ardi merawat tanamannya? 5.            Menceritakan Kembali             Petunjuk: dengarkan baik-baik wacana berikut kemudian ceritakan kembali  wacana tersebut dengan kalimat kalian sendiri.            Hari ini aku sangat prustasi. Di sekolah, aku ikut ingin ikut lomba adu bakat. Tadi aku mendaftatarkan diri pada panitia. Tapi ternyata pendaftaran telah ditutup. Banyak orang yang terpingkal melihat kejadian tadi. Aku sangat malu dan menjadi ciut nyali.                Selain teknik-teknik yang dipaparkan di atas Akhadiah (1988) memberikan alternatif evaluasi menyimak yaitu dengan memahami informasi dalam bentuk perbuatan sesuai dengan informasi. Misalnya siswa diminta untuk melakukan apa yang terdengar dari rekaman atau yang diucapkan guru. Sesuai dengan informasi yang diterima siswa memberi tanda pada peta, mengisi tabel, mencatat informasi yang didengar, dan sebagainya.B. Pelaksanaan Evaluasi Hasil MendengarkanSalah satu teknik lain yang dapat kita gunakan dalam evaluasi menyimak adalah dengan menggunakan strategi yang kita kenal dengan strategi dictogloss. Pelaksanaannya, guru  memperdengarkan sebuah teks dengan kecepatan normal dan pada saat mendengarkan siswa diminta untuk mendata  beberapa kata yang berhasil didengarkan. Setelah rekaman selesai diperdengarkan lalu minta siswa untuk rangkaian fragmen tulisan yang berhasil mereka buat tadi. Ada empat tahapan dalam strategi ini yaitu:1.      Persiapan.  Pada tahap ini guru mempersiapkan teks yang akan dibacakan. Siswa mempersiapkan selembar kertas untuk menulis.2.      Dikte. Siswa diperdengarkan teks selama dua kali. Tahap pertama mereka hanya diminta mendengarkan saja. Lalu pada tahap kedua mereka diminta untuk mencatat informasi yang penting. Dalam hal ini lebih baik menggunakan media kaset daripada memperdengarkan ucapan guru karena kaset dipandang lebih konsisten.3.      Rekonstruksi.  Pada tahapan penyimpulan dari proses dikte, para pembelajar membuat teks versi mereka sendiri. Pada tahapan ini guru diharapkan tidak mencampuri bahasa anak.4.      Evaluasi. Jika kelompoknya kecil maka kita bisa memakai OHP tapi jika kelompoknya besar maka siswa bisa saling bertukar karya teks dengan teman kemudian mencocokkan dengan teks aslinya. Guru membagi foto kopi teks aslinya pada setiap siswa. C. Instrumen Evaluasi Hasil Mendengarkan            Pada kegiatan evaluasi mendengarkan dapat digunakan instrumen evaluasi dengan skala 1-5. Skala tersebut dapat dikategorikan dengan rentang nilai mulai dari yang teringgi sampai yang terendah. Rentangan ini dapat dalam bentuk huruf (A,B,C,D,E) atau angka (5,4,3,2,1), sedangkan  rentangan kategorinya mulai dari baik sekali, baik, sedang, kurang, dan sangat kurang ( Sudjana, 2005).Setelah siswa diberikan serangkaian tes seperti yang dicontohkan, hasil mendengarkan siswa yang telah ditulis pada lembar jawaban kemudian dievaluasi dengan menggunakan Instrumen Evaluasi Hasil Menyimak berikut. Format Evaluasi Hasil Menyimak

NO Nama ASPEK PENILAIAN Total Nilai
KESESUAIAN ISI KELENGKAPAN INFORMASI SUSUNAN KALIMAT PENGGUNAAN TANDA BACA
1. Meme          
2. Koko          
3. Muklas          
4. Roy          
5. Ihfrom          

 Diskripsi Evaluasi Hasil Menyimak dengan Skala 1-5

NO ASPEK PENILAIAN DESKRIPSI dan SKOR
1. KESESUAIAN ISI * Isi sangat sesuai dengan teks aslinya (5)* Isi sedikit tidak sesuai dengan teks aslinya (4)* Isi kurang sesuai dengan teks aslinya (3)* Isi sangat kurang sesuai dengan teks aslinya (2)* Isi tidak sesuai dengan teks aslinya (1)
2. KELENGKAPAN INFORMASI * Informasi tersaji sangat lengkap sesuai teks asli (5)* Informasi cukup lengkap (4)* Informasi kurang lengkap (3)* Informasi sangat kurang lengkap (2)* Informasi tersaji tidak lengkap  (1)
3. SUSUNAN KALIMAT * Kalimat tersusun sesuai dengan teks aslinya (5)* Kalimat cukup sesuai dengan teks aslinya (4)* Kalimat kurang sesuai dengan teks aslinya (3)* Kalimat sangat kurang sesuai dg teks aslinya (2)* Kalimat kurang sesuai dengan teks aslinya (1)
4. PENGGUNAAN TANDA BACA * Penggunaan tanda baca sesuai  teks aslinya (5)* Penggunaan tanda baca cukup sesuai dg teks (4)* Penggunaan tanda baca kurang sesuai dg  teks (3)* Penggunaan tanda baca tidak sesuai  dg teks (2)* Tidak menggunakan tanda baca sama sekali (1)

 IV. Penutup        Sejauh ini kita telah mengetahui bentuk assessmen perkembangan dan evaluasi hasil dalam pembelajaran bahasa terutama pada setiap aspek keterampilan berbahasa. Pada pembahasan kali ini lebih difokuskan pada  assessmen perkembangan dan evaluasi hasil pada keterampilan mendengarkan. Pembelajar yang baik atau dapat dikatakan berhasil dalam mendengarkan apabila informasi yang terekam diotak bisa dikembangkan dengan pengetahuan yang jauh lebih luas. Dengan kata lain pendengar yang berhasil adalah pendengar yang dapat menggabungkan pendekatan bottom-up dan top-down secara bersamaan untuk menggali pesan atau makna yang disampaikan melalui wacana lisan. Dengan berbagai macam perkembangan pendekatan dalam pengajaran mendengarkan dan semakin  modernnya alat bantu pengajaran dalam mata pelajaran mendengarkan, maka proses mendengarkan juga bisa kita lakukan diluar ruang kelas. Aktivitas ini akan semakin memudahkan mereka yang kita sebut sebagai “pembelajar lambat”.  Apabila guru menemukan pembelajar yang demikian maka yang perlu dilakukan terlebih dahulu bukanlah menyuruh siswa untuk mengambil intisari dari materi yang diperdengarkan tetapi lebih pada usaha untuk  menyuruh siswa menemukan  beberapa kata kunci yang berhasil mereka rekam. Dengan pembelajar yang lambat maka langkah pertama yang kita lakukan setelah  memperdengarkan teks berupa dialog dahulu, kemudian memberkan pertanyaan: 1) berapa banyak tokoh yang ada dalam dialog, 2)setelah itu beri kesempatan pada mereka untuk mendengarkan lagi dan tanyai beberapa kata kunci yang berhasil mereka dengar, 3)minta mereka untuk mengenali frase yang mereka dengar , dan selanjutnya 4) minta mereka untuk mengenali beberapa pertanyaan yang ada dalam teks. Cara bertahap ini diharapkan mampu melatihkan siswa untuk dapat menjadi pendengar yang berhasil.            Setelah semua proses pembelajaran menyimak berjalan dengan baik, serta semua siswa dapat menjadi pendengar yang berhasil. Maka selanjutnya guru dapat melakukan  assessmen perkembangan dan evaluasi hasil dalam pembelajaran bahasa terutama pada keterampilan mendengarkan dengan instrumen tes yang lebih kompleks.


Responses

  1. ijin meng copy kajiannya

    • ok


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: